AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

Jumat, 14 Mei 2010

Sebuah Tulisan Tanpa Judul Untuk Pergerakan Ku

Dewasa ini, gerakan yang dibangun PMII Cabang kota Tidore laksana ‘jet tempur” yang menukik keudara tanpa hambatan, bergerak dengan bebas. Dibawah sana, banyak yang berharap, banyak juga yak tak hentinya menggelengkan kepala hanya sekedar memuji dan benar-benar memuji. Banyak pula yang bertanya, siapa pilotnya? Dan dimana pilot itu menimba ilmu sehingga ia mampu menukik dan bersahabat dengan awan ? siapa yang membentuk karakter sang pilot hingga dia begitu berani, meski nyawa taruhannya. Karena dia harus bermain diatas wilayah sang musuh yang setiap saat harus menerima hujan peluruh dan sesekali dia dapat dikejar oleh pesawat tempur musuh. Tapi tetap saja ia berani.
Kita meski akui, sejarah mencatat bahwasannya, jika kita dimedan tempur dan akhirnya ditangkap musuh, sampai mati mulut kita tak akan dibuka hanya untuk mengatakan, dialah yang mengajari kita tentang cara bertempur yang baik. Tidak!!! Karena itu bagian dari strategi kita untuk meraih kemenangan demi menjaga kedaulatan rakyat kita. Sampai mati, tidak akan pernah terjadi… karena itulah ksatria.
Aku berharap, yang terlintas dalam benak sahabat-sahabat ku dan aku sendiri adalah kita seperti ksatria itu. Kita tak akan membuka mulut dan bercerita tentang besarnya kita, tentang seberapa banyak kita berbuat untuk rakyat kita. Kita juga tidak menggunakan tenaga orang lain untuk sekedar bargaining. Tidak sahabat, itu tak baik .
Jangan seperti mereka yang “mengklaim” PMII adalah milik mereka, sahabat-sahabat lahir dan besar dalam gerakan karena upaya mereka. Sesungguhnya itu tak baik pula. PMII tidak pernah besar jika tak dibesarkan oleh orang-orang PMII itu sendiri. PMII besar dalam gerakan, karena itulah PMII. Tapi kadang PMII laksana “Kuda tunggangan” yang selalu digunakan disaat momentum politik bergulir. Keterlibatan PMII dalam gerakan social (Gersos) dinilai dan diarahkan kepada gerakan politik. Naudzubillah..
Semua itu karena PMII memiliki basis rill dan kaders militan yang tak pernah memikirkan efek domino dari gerakan yang dibangun. PMII dalam gerakan selalu bersandar pada keikhlasan membantu rakyat. Tidak atas dasar memasang target politik. Besarnya kaders PMII karena kemampuan intelektualnya. Bukan karena PMII yang membesarkan dengan strategi Gaining position. Tidak!!!
Kita diajak nimbrung ke PMII adalah untuk belajar bagaimana mengembangkan jiwa social dan keislaman. Agar nantinya kita mampu menerapkan hal itu di lingkungan masyarakat. Bukan menjadikan PMII sebagai batu loncatan untuk meraih kesuksesaan personal. Jika PMII sendiri seperti itu, mengapa kita membiarkan orang lain yang bukan PMII seenakya mengklaim PMII sebagai miliknya dan menadikan PMII sebagai “komoditi” bernilai ekonomis tinggi.
PMII bukan “Tokek” yang dijual dengan harga mahal setelah ditangkap. PMII bukanlah organisasi murahan. Kedekatan PMII dengan orang luar merupakan bagian dari silaturahmi “ukhuwah islamiyah”,kedekatan PMII dengan orang luar merupakan bagian dari strategi gerakan yang dibangun. Tapi bukan berarti kedekatan yang tercipta dari hubungan aliansi membuat orang-orang dengan mudahnya mengklaim PMII sebagai milik dan dapat diarahkan kepada gerakan politik.
Menjengkelkan, jika dipandang…
Sahabat-sahabat ku, saat ini kita diperhadapkan dengan pekerjaan rumah yang gampang-gampang susah. Dimana kaderisasi organisasi mengalami degradasi dari setiap tahun, kaders kita tak bedanya “tong kosong nyaring bunyinya” jago berorasi namun bobot keilmualnya hanya sejengkal. Seharusnya itu yang dilakukan, tapi tidak berarti meninggalkan arena advokasi masa rakyat yang telah dibentuk. Disamping mendirikan kantong-kantong gerakan rakyat, PMII juga harus melihat seberapa besar perhatiannya pada orang-oarang yang selama ini berada didalam PMII itu sendiriItu yang kita lupa karena keasyikan kita dibidang ekternal.
Aktifitas kita diluar saat ini hanyalah sumbangan untuk orang-orang yang malas bekerja. Bukan berarti kita menginginkan balasan dari apa yang kita lakukan untuk rakyat. Sekali lagi PMII bukanlah tipe organisasi kaders yang demikian. Tapi, sudah cukup kita dimanfaatkan sekelompok orang akan militansi gerakan kaders PMII.
Kembalilah ke rumah mu dulu, banahi dapurmu, benahi ruang tamu, benahi kamarmu lalu benahi pekarangan rumah. Kemudian kamu benahi halaman dan seisi rumah orang lain. Ajarkan kepada kaders mu bagaimana memegang sapu yang baik untuk membersihkan sampah sampai disudut-sudut rumah yang meski sulit dijangkau. Karena kadang kuman yang menempel disudut adalah penyumbang pertama “virus” yang membuat sakit tubuh mu…
Sahabat, mohon maaf jika aku salah…
Demikian tulisan tak berbobot ini….
Wallahul Muwafieq Illa Aqwamiet Tharieq
Wassalam..

By : ditya erlangga
Lokasi PT.NHM, 08 April 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar