AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

Sabtu, 01 Januari 2011

Rumahku Indonesiaku : Nasionalisme Dalam Layar Komersial

Ketika saya lagi berselancar di di dunia maya, saya mencoba menumpahkan keresahan saya tentang bangsa ini pada si google dan you tube, ketika saya menuliskan kalimat IndonesiaKu.... eh, kepalaku kepentok ama video iklan gudang garam yang di buat khusus untuk menyampaikan pesan moral. karena iklan tersebut di peruntukkan untuk momentum hari kemerdekaan. iklannya sih sudah di tayangkan beberapa tahun lalu, tapi masih sangat layak dan relefan untuk di lihat terus menerus. luar biasa, iklannya mampu menggugah rasa yang sulit di gambarkan dengan kata. iklan yang seperti mengerti keresahan saya tentang kondisi bangsa yang sudah di ambang bangkrut ini. selain kepala saya kepentok ama videonya, saya juga kepentok ama satu tulisan yang amat menyentuh dan menggugah.... saya udah minta ijin ama penulisnya untuk share tulisannya dengan Sahabat-Sahabati sekalian, moga saja suka.

Nih tulisannya :

Nasionalisme kini merupakan satu kata yang mungkin hanya sering didengungkan pada saat peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Di tengah carut marutnya negeri ini dengan berbagai permasalahannya, kita seakan lebih memilih untuk mengkritik dan mengkritik. Hal yang memang diperlukan untuk mengingatkan kepada setiap orang, betapa saat ini yang kita butuhkan adalah suatu perubahan pada setiap lini kehidupan. Apalagi tahun 2010 hanya tinggal sepelemparan batu saja. Di tahun tersebut, hiruk pikuk dan umbar janji politik akan semakin terlihat dengan jelas. Televisi sebagai salah satu media visual yang mampu menjangkau secara nasional tak ubahnya seperti medan perang yang terus menampilkan kritik sosial serta gambaran memilukan tentang negeri ini. Sama seperti yang saya lihat dalam keseharian saya.

Saya lelah mendengar itu semua. Bukannya menafikkan kondisi nyata negeri ini, tetapi muncul pertanyaan dalam diri saya, apakah iya, tidak ada satu hal baik pun yang dapat menggambarkan negeri ini ?

Ditengah kemalasan saya untuk mendengarkan energi negatif tentang ini semua, beberapa tahun lalu, secara tidak sengaja, saya melihat sebuah iklan komersial yang merupakan corporate campaign dari salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia, PT. Gudang Garam, Tbk. Iklan ini menggugah saya, karena selain menampilkan segi estetika yang bagi saya luar biasa, ia memang lain dari iklan-iklan sejenis lainnya yang diproduksi oleh perusahaan dengan business line serupa.

Iklan ini merupakan corporate campaign yang dibuat diatas judul besar “Rumahku Indonesiaku”. Iklan ini adalah iklan yang mampu menggugah nasionalisme saya setelah bertahun-tahun lamanya saya tidak melihat iklan seperti ini. Terakhir kali iklan terbaik yang pernah saya ingat adalah corporate campaign PT. Bentoel Prima, Tbk versi “I Love The Blue Of Indonesia” dengan jingle iklannya yang sangat terkenal. Tapi itu sudah 10 atau 15 tahun lalu saya lihat. Dan era-era itu menurut saya, adalah era dimana corporate campaign menampilkan kecantikan dan keindahan Indonesia. Iklan Djarum Coklat pada era 90-an juga memiliki kekuatan visual yang sama. Anda percaya ? Saya masih SD ketika itu! Tapi iklan-iklan itu tetap tinggal dalam ingatan saya hingga saat ini. Tidak hanya karena visualisasinya saja yang indah, namun karena memperlihatkan betapa indahnya alam Indonesia ini. Sangat jauh berbeda dengan iklan yang ditampilkan di masa kini.

Oleh karena itu, corporate campaign PT. Gudang Garam, Tbk ini seakan membawa saya kembali ke masa kecil saya, dimana saya sering melihat keindahan Indonesia melalui layar komersial. Iklan Rumahku Indonesiaku ini memiliki 3 (tiga) versi, yaitu “Rumahku Indonesiaku”, “Rumahku Indonesiaku : Cahaya Asa”, “Rumahku Indonesiaku : Indonesia Adya”. Ketiganya mencoba menjungkir balikkan layar komersial di era millenium ini yang lebih banyak mengkritik kondisi negeri ini. Visualisasi yang menampilkan seorang model perempuan, berkelana dari ujung hingga ujung pulau Indonesia, mencoba memperlihatkan kembali kekayaan Indonesia dari segi ragam budayanya. Dalam voice over yang menyertai iklan ini, menyatakan bahwa betapa indahnya negeri ini, betapa besarnya bangsa ini dan hanya di “Rumahku : Indonesia” – lah kita akan menyerahkan segenap jiwa-raga kita untuk melindungi dan menjaganya.

“Rumahku Indonesiaku” versi Cahaya Asa merupakan iklan kedua yang ditampilkan saat moment Natal dan Tahun Baru. Iklan ini juga tidak mengurangi substansi nasionalisme yang terkandung dalam iklan, sekalipun dikeluarkan pada moment Natal dan Tahun Baru. Dalam iklan ini, pesan yang ingin disampaikan adalah harapan baru, yang dianalogikan melalui cahaya (senjata yang dibakar dan dilempar ke angkasa) yang disebut sebagai CAHAYA ASA. Visualisasi iklan ini terdiri dari lanskap dan kebudayaan seperti pakaian, tarian, animasi lukisan, properti, dsb. Jika dalam 2 versi iklan lainnya, hanya satu perempuan yang ditampilkan, maka dalam iklan ini ada 5 perempuan yang mewakili 5 kelompok kebudayaan.

Kesemua iklan ini dalam bayangan saya, sempurna dari segi konsep dan eksekusi. Dan yang lebih penting lagi adalah simbol perempuan dalam iklan ini tidak hanya diangkat sebagai pemanis saja, tetapi memang mengandung makna khusus. Perempuan disini merupakan simbol dari “Ibu Pertiwi”, ” “Mother of Earth”, tempat dimana kehidupan itu berasal dan berada. Ibu Pertiwi inilah yang melahirkan seluruh keragaman, dan disitulah tugas kita untuk menjaga dan melindunginya.

Iklan seri Rumahku Indonesiaku ini menjadi iklan terfavorit saya. Setiap kali membutuhkan penyejuk dalam memandang negeri saya tercinta ini, saya pasti akan menonton dan mendengarkannya berkali-kali lewat medium You Tube. Belakangan, iklan-iklan serupa kemudian di-release oleh korporat kompetitornya. Tapi buat saya, di masa sekarang, tidak ada iklan sekuat dan sebaik ini. Dari layar komersial inilah nasionalisme saya bisa tergugah. Mudah-mudahan kedepannya, iklan-iklan atau corporate campaign lainnya mampu menghadirkan nuansa-nuansa ini agar kebanggaan terhadap negeri ini tidak pernah pudar.
PT. Gudang Garam, Tbk Corporate Campaign : “Rumahku, Indonesiaku”

Di minta dari Catatan AA Jawa Konora : http://www.facebook.com/notes/nonau-al-bajuri/rumahku-indonesiaku-nasionalisme-dalam-layar-komersial/492722173307

Nih Videonya :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar